Ines Putrie Regina

@FamilyCellBDG

just the ordinary people

bandung · http://goo.gl/tHgsPu

artikel

komentar

Pageviews

Nesfruta

Adu Prosesor Mobile, Siapa yang Lebih Kencang & Hemat

3/04/2013
Adu Prosesor Mobile, Siapa yang Lebih Kencang & Hemat , Ponsel dan perangkat tablet terkini menggunakan beragam prosesor tercanggih,seperti Intel Atom, Qualcomm Krait, Nvidia Tegra 3, dan Samsung Exynos. Nah, dari empat prosesor  untuk perangkat "mobile" tersebut mana yang paling irit daya listrik?

Pertanyaan tersebut coba dijawab oleh AnandTech. Dikutip dari ExtremeTech, situs itu bekerjasama dengan seorang teknisi khusus dari Intel untuk mengukur daya yang dikonsumsi keempat system-on-chip (SoC) tersebut.

Keempat SoC ini memiliki arsitektur dan karakteristik performa yang berbeda. Proses pembuatannya pun berbeda sehingga besar pemakaian daya mereka sulit dibandingkan.

Beruntung, situs yang bersangkutan berhasil mengukur penggunaan listrik perangkat hanya dari unit CPU dan GPU sehingga menghasilkan perbandingan yang relatif adil, tanpa dipengaruhi komponen lain.

Ada empat SoC dalam empat perangkat yang dibandingkan, yaitu 
1. Intel Atom Z2760 (Acer W510),
2. Nvidia Tegra 3 (Microsoft Surface RT),
3. Qualcomm Krait APQ8060A (Dell XPS 10), dan
4. Samsung Exynos 5 yang menggunakan basis arsitektur Cortex-A15 (Gogle Nexus 10).

Setelah diuji, hasilnya ternyata cukup mengejutkan.



Pertama, Intel Atom yang merupakan satu-satunya prosesor dalam perbandingan yang memakai arsitektur x86 ternyata lebih kencang dan lebih hemat daya dibanding Tegra 3. Ketika disandingkan dengan Krait yang menggunakan desain lebih baru, chip buatan Intel ini pun lebih kencang serta menggunakan daya dalam jumlah sebanding.

Meski begitu, penggunaan daya Atom saat sistem sedang idle (tidak ada beban) ternyata lebih tinggi dibandingkan Krait. Hal ini mungkin akan berubah begitu Intel meluncurkan prosesor Atom baru yang dibuat dengan proses fabrikasi 22nm.

Samsung Exynos 5 yang menggunakan arsitektur Cortex-A15 mengalahkan Intel Atom dalam hal kinerja,  tapi konsumsi dayanya relatif besar. Pengujian AnandTech menunjukkan bahwa  SoC ini bisa mengkonsumsi daya lebih dari 4 watt ketika diberi beban. Atom, Krait, dan Tegra 3 masing-masing mengkonsumsi kurang dari 2 watt.

Boleh jadi konsumsi daya SoC dengan arsitektur Cortex-A15 yang tinggi ini adalah penyebab mengapa Qualcomm (Krait) dan Apple (A6/ A6X) memililih merancang core mereka sendiri yang lebih hemat daya.

Tentu, besar pemakaian daya oleh SoC ini bukan satu-satunya parameter yang menentukan daya tahan baterai suatu perangkat. Masih banyak faktor lain yang turut berpengaruh, seperti kapasitas baterai, pola pemakaian, dan bahkan suhu lingkungan.

Di masa depan, akan bermunculan prosesor-prosesor gadget baru yang menjanjikan kinerja dan konsumsi daya lebih baik. (kompas)

Sony Akan Rilis Ponsel Firefox, Samsung Tak Minat

3/02/2013
Sony Akan Rilis Ponsel Firefox, Samsung Tak Minat, Firefox OS mendapatkan peminat baru. Setelah Alcatel, LG, dan ZTE, kini giliran Sony yang mengungkapkan rencana untuk menggunakan sistem operasi tersebut  di perangkat perusahaan asal Jepang itu.

Sony mengungkapkan, tim pengembang mereka sedang mengembangkan ponsel atau perangkat tablet berbasis sistem operasi tersebut dan berencana menghadirkannya ke pasaran pada tahun 2014.

"Teknisi kami saat ini sedang bekerja dengan Firefox OS dan HTML5, mengembangkan teknologi yang menunjukkan potensi yang hebat. Sebagai tambahan, kami akan terus bekerja dengan partner operator kami, termasuk Telefonica, dalam proyek pengembangan, dengan ambisi menghadirkan produk tersebut di pasaran pada 2014," kata Bob Ishida, salah satu eksekutif Sony.

Berbeda dari Sony, produsen ponsel lainnya, Samsung, tampaknya tidak berminat terhadap sistem operasi mobile baru ini. Alasannya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut sedang mengembangkan perangkat berbasis Tizen, sistem operasi yang memiliki target pasar sama dengan Firefox OS, yaitu pasaran negara berkembang.
Sebelumnya, diketahui bahwa Mozilla selaku pemilik dan pengembang Firefox OS berharap dapat meluncurkan ponsel dengan sistem operasi "rubah api" itu pada akhir 2013. Mereka sedang kerja keras mencari dukungan sana-sini, mulai dari produsen ponsel, operator seluler, hingga perusahaan game dan internet, agar mau membuat aplikasi di Firefox OS.

Di Indonesia, Mozilla sempat menggelar acara pengenalan sistem operasi Firefox OS kepada para pengembang aplikasi, Januari lalu. Pada kesempatan ini Mozilla mensosialisasikan alat dan bahasa pemrograman yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi di Firefox OS, antara lain HTML5 dan JavaScript.

Firefox OS merupakan penamaan ulang dari proyek "Boot to Gecko" (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka (open source) dari Mozilla. Proyek B2G diumumkan Mozilla pada 25 Juli 2011. (Kompas/TheVerge)

Galaxy S III Jadi Ponsel Terbaik di Mobile World

Galaxy S III Jadi Ponsel Terbaik di Mobile World, Pagelaran Mobile World Congress yang tengah berlangsung di Barcelona turut mengumumkan gelar produk mobile terbaik. Untuk kategori smartphone, pemenang jatuh pada Galaxy S III.

Dengan demikian, S III berhasil mengalahkan rival beratnya, iPhone 5. Juga HTC Droid DNA, Nokia Lumia 920 dan Galaxy Note II yang masuk nominasi.

Apple keluar dengan tangan hampa karena di kategori tablet, pemenangnya adalah Google Nexus 7. Ia mengalahkan Amazon Kindle Fire HD 8.9, Apple iPad mini, Apple iPad (fourth-generation), Asus Transformer Infinity serta Samsung Galaxy Note 10.1.

Secara keseluruhan, Samsung berjaya dengan menggondol tiga penghargaan selain best smartphone. Yaitu Device Manufacturer of the Year, Best Mobile Infrastructure, dan Outstanding Overall Mobile Technology.

Di kategori ponsel feature phone, Nokia Asha 305 dinobatkan sebagai yang terbaik. Dan selain untuk kategori ponsel dan tablet, ada juga penghargaan di bidang aplikasi.

Facebook menang penghargaan Best Mobile App for Consumers. Evernote meraih Best Enterprise App. Sedangkan Best Overall App jatuh kepada aplikasi navigasi Waze. (detik)

Tablet Gaming Razer Edge Pro Mulai Buka Pre-Order

Tablet Gaming Razer Edge Pro Mulai Buka Pre-Order, Tablet sekaligus PC dari Razer akan mulai membuka pre-order mulai tanggal 1 Maret 2013. Diklaim sebagai tablet tercepat di dunia saat ini, Razer Edge Pro akan dijual mulai dari USD 1,299.99  atau sekitar Rp. 12,8 juta. Berminat?

Harga yang cukup mahal memang, tapi kalau dilihat dari spesifikasi tablet ini, harga tersebut cukup pantas. Memakai prosessor Intel i7 Dual Core dengan Hyper Threading, memori 8GB DDR3, dan GPU NVidia GT 640M, tablet ini memang layak disebut sebagai tablet teranyar yang pernah ada.

Spek tersebut sudah hampir sama dengan Ultrabook atau Notebook high-end ala AlienWare. Bahkan dengan bantuan SSD 128GB / 256GB, Razer Edge Pro akan berjalan dengan cepat dan lancar ketika bermain game 3D


Dengan OS WIndows 8, tablet ini akan bisa menjalankan semua game PC terkini seperti Crysis 3, Diablo III, dan Guild Wars. Perlu bantuan keyboard atau controller untuk bisa menjalankan game-game tersebut.

Dengan bantuan konektor HDMI, Edge Pro bisa difungsikan sebagai konsol yang terhubung dengan TV. Beberapa game akan bisa dimainkan layaknya sebuah konsol di pernagkat ini.

Tambahan fitur lainnya adalah adanya HD Webcam (2MP), USB 3.0, Streeo speaker (built in) dan Mic. Dengan semua fitur ini, kita bisa menggunakannya sebagai alat komunikasi dan entertainment.

Karena dirancang untuk bermain game, tablet ini tidak dilengkapi dengan koneksi 3G atau 4G. Koneksi sepenuhnya memakai Wifi dengan format 802.11b/g/n + BT4.

Untuk info dan keterangan lebih lanjut mengenai pre-order dan produk tablet Razer Edge Pro, kamu bisa mengunjungi www.razerzone.com.




Real Racing 3 Diberikan Gratis oleh EA di iOS & Android

Real Racing 3 Diberikan Gratis oleh EA di iOS & Android, Strategi EA untuk mulai mencoba konsep 'Free to Play' untuk game balap, dimulai dari game Real Racing 3. Walau diberikan gratis, Real Racing 3 bakal merogoh kocek gamer lebih dalam lewat 'In-Game Purchase'.

Real Racing 3 telah hadir di App Store dan Android, akhir Februari dan awal Maret. Sekuel game balap popular ini dibuat freemium oleh EA, justru menuai kontroversi dan pergunjingan di antara fans setianya.

Dua seri Real Racing sebelumnya memang berbayar. Bagi penggemar, mereka tak masalah mendapatkan game ini dengan harga tertentu untuk mengunduhnya (download), ketimbang harus diberikan secara gratis.

Dengan konsep freemium ini, artinya pemain harus mengeluarkan lebih banyak lagi uang untuk mendandani mobilnya.

Belum lagi sistem akan menjerat duit pemain agar bisa unlock mobil, stages, membetulkan mobil yang rusak dan sebagainya. Hal ini bisa membuat pemain menghabiskan ratusan Dollar, jika ingin tampil Ok dan hebat ketika balapan.





ekilas Real Racing 3
EA sangat serius menggarap game balap yang satu ini. Grafis game ini terlihat sangat baik, dan jangan kaget kalau game ini menghabiskan penyimpanan perangkat mobile hingga 700 MB.

Real Racing 3 didukung oleh tampilan aktual dari lokasi balap nyata di seluruh dunia, seperti Mazda Raceway Laguna Seca, Circuit de Spa-Francorchamps, Silverstone, Hockenheimring dan masih banyak lagi.

Real Racing 3 menawarkan berbagai mobil dari produsen papan atas seperti Porsche, Lamborghini, Dodge, Bugatti dan Audi.

Kita bisa berlomba dengan pemain game lain di seluruh dunia, baik secara online maupun offline. Ada 900 event yang bisa diikuti, seperti cip races, eliminasi, lomba ketahanan, dan drag races.

Rata-rata gamer yang sudah mencoba game ini mengaku puas. Banyak yang memberikan bintang 4 dan 5 untuk game ini. Namun bagi yang membenci konsep freemium, memberikan bintang 1 kepada game ini.

Download game ini di: Apple iOS - Android



Telkomsel Jual Blackberry Z10 Di bawah Rp. 7 Juta

Telkomsel Jual Blackberry Z10 Di bawah Rp. 7 Juta, Operator seluler Telkomsel menyiapkan paket bundling BlackBerry Z10 dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran saat ini. Harga spesial ini akan diberikan kepada pelanggan  yang lebih dulu melakukan pemesanan lewat sebuah situs online.

Pre-order bundling Z10 ini baru akan dibuka Telkomsel pada tanggal 5 Maret 2013, atau sehari setelah pihak BlackBerry Indonesia memperkenalkan handset dengan platform terbarunya ini dalam acara press announcement di hotel Ritz Carlton, Jakarta.

"Harga normalnya untuk bundling Rp 7 juta. Namun yang pesan duluan di situs Erafone akan diberikan cashback Rp 500 ribu. Nanti Erafone yang akan memasok Z10 untuk bundling Telkomsel," ungkap orang dalam yang mengurusi bundling BlackBerry Z10.

Disebutkan juga, ada sekitar 5.000 unit BlackBerry Z10 yang akan disiapkan Telkomsel untuk bundling dengan harga spesial ini. Jumlahnya kemungkinan masih akan bertambah sesuai permintaan pasar.

Sementara Erafone yang dimaksud merupakan distributor ponsel milik Erajaya Swasembada. Djatmiko Wardoyo selaku Direktur Pemasaran dan Komunikasi Erajaya Swasembada sebelumnya juga sudah memberikan konfirmasi akan membuka pre-order BlackBerry Z10.

Saat ditemui usai peluncuran aplikasi BBM Money di Jakarta pekan ini, pria ramah yang akrab disapa Koko itu mengatakan, pihaknya telah rampung mengurusi sertifikasi untuk penjualan BlackBerry Z10.

"Rencananya pre-order akan dibuka pada awal atau minggu pertama Maret nanti. Tapi sekarang masih belum dibuka. Tunggu saja," ujarnya saat itu.

BlackBerry Z10 merupakan satu dari dua smartphone dengan OS BlackBerry 10 pertama yang diproduksi perusahaan asal Kanada tersebut. Setelah diperkenalkan CEO BlackBerry Thorsten Heins akhir Januari lalu di New York, AS, ponsel ini akhirnya hadir juga secara resmi di Indonesia dalam beberapa hari lagi.

Kehadiran ponsel dengan platform OS terbaru ini bisa dibilang cukup dinantikan para pengguna setia BlackBerry. Hal itu bisa dilihat dari maraknya bocoran BlackBerry Z10 yang dijual di sejumlah situs jual beli online.

BlackBerry Z10 yang dipasok dari negara tetangga lewat jalur distribusi gelap ini sempat dibanderol Rp 11 juta hingga Rp 14 juta. Peminatnya ternyata cukup banyak saat itu meski harganya kurang ramah di kantong.

Banyak yang tetap antusias untuk menjadi pengguna pertama handset ini meski harus menebusnya dengan harga mahal dan purna jual yang kurang terjamin karena bukan dari distributor resmi yang bermitra dengan BlackBerry.

Nah, dengan segera hadirnya bundling Telkomsel ini bisa dipastikan harga handset Z10 keluaran blackmarket akan terus turun. Dengan harga setelah cashback menjadi Rp 6,5 juta, BlackBerry Z10 yang dibundling Telkomsel bisa dibilang harga terendah di pasaran saat ini. (detik)

Sony Akan Rilis Ponsel Firefox, Samsung Tak Minat

3/01/2013
Sony Akan Rilis Ponsel Firefox, Samsung Tak Minat, Firefox OS mendapatkan peminat baru. Setelah Alcatel, LG, dan ZTE, kini giliran Sony yang mengungkapkan rencana untuk menggunakan sistem operasi tersebut  di perangkat perusahaan asal Jepang itu.

Sony mengungkapkan, tim pengembang mereka sedang mengembangkan ponsel atau perangkat tablet berbasis sistem operasi tersebut dan berencana menghadirkannya ke pasaran pada tahun 2014.

"Teknisi kami saat ini sedang bekerja dengan Firefox OS dan HTML5, mengembangkan teknologi yang menunjukkan potensi yang hebat. Sebagai tambahan, kami akan terus bekerja dengan partner operator kami, termasuk Telefonica, dalam proyek pengembangan, dengan ambisi menghadirkan produk tersebut di pasaran pada 2014," kata Bob Ishida, salah satu eksekutif Sony.


Berbeda dari Sony, produsen ponsel lainnya, Samsung, tampaknya tidak berminat terhadap sistem operasi mobile baru ini. Alasannya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut sedang mengembangkan perangkat berbasis Tizen, sistem operasi yang memiliki target pasar sama dengan Firefox OS, yaitu pasaran negara berkembang.

Sebelumnya, diketahui bahwa Mozilla selaku pemilik dan pengembang Firefox OS berharap dapat meluncurkan ponsel dengan sistem operasi "rubah api" itu pada akhir 2013. Mereka sedang kerja keras mencari dukungan sana-sini, mulai dari produsen ponsel, operator seluler, hingga perusahaan game dan internet, agar mau membuat aplikasi di Firefox OS.

Di Indonesia, Mozilla sempat menggelar acara pengenalan sistem operasi Firefox OS kepada para pengembang aplikasi, Januari lalu. Pada kesempatan ini Mozilla mensosialisasikan alat dan bahasa pemrograman yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi di Firefox OS, antara lain HTML5 dan JavaScript.

Firefox OS merupakan penamaan ulang dari proyek "Boot to Gecko" (B2G), yang pada mulanya juga proyek sistem operasi mobile berbasis web terbuka (open source) dari Mozilla. Proyek B2G diumumkan Mozilla pada 25 Juli 2011. (Kompas/TheVerge)

Perlukah Membeli Smartphone Quad Core untuk Gaming?

Perlukah Membeli Smartphone Quad Core untuk Gaming ?, Bila kamu ada seorang gamer yang hobi bermain game ketika lagi 'di luar', tentu pilihan yang tepat adalah smartphone atau tablet mobile. Untuk pilihan saat ini tersedia smartphone Single Core, Dual Core , dan Quad Core. Namun perlukah kita menggunakannya Quad Core untuk bermain game?

Perkembangan teknologi prosessor mobile saat ini sangatlah pesat. Dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, banyak bermunculan smartphone dan tablet yang telah memakai prosessor quad core. dengan GPU () yang sangat cukup untuk memainkan game 3D sekalipun.

Namun ada satu hal yang perlu diingat bahwa smartphone Quad Core akan menghabiskan daya batere dengan cepat. Belum lagi koneksi 3G di Indonesia yang tidak stabil dan pemakaian WiFi yang kadang sangat menguras batere.



Smartphone Quad Core Tidak Disarankan Untuk Bermain Game
Mungkin sebagian orang tidak sependapat dengan pernyataan bahwa Smartphone Quad Core tidaklah layak untuk dijadikan alat untuk bermain game. Suka atau tak suka, berikut alasannya:

1. Jelas batere lebih boros, karena rata-rata Quad Core menghabiskan daya 35 watt++, sedangkan Single Core hanya setengahnya

2. Ketika memainkan game, GPU (Graphics Processing Unit) akan bekerja extra dan membuat smartphone menjadi panas. Panas adalah salah satu penyebab rusaknya smartphone lebih cepat

3. Layar smartphone lebih kecil dan tidak leluasa untuk memainkan game 3D. Tablet 7 - 10 inch adalah pilihan yang lebih masuk akal

4. Smartphone Dual Core saat ini sudah cukup untuk menjadi pilihan bermain game. Rata-rata semua game 3D sudah bisa dimainkan di Dual Core, dengan catatan jangan ada aplikasi atau game lain di background.

5. Banyak pemakai smartphone Quad Core yang membawa 'charger atau power tambahan' untuk bermain game. Pemakaian jangka panjang alat tersebut bisa merusak batere.